Kaidah Kesopanan
Masyarakat yang
menginginkan hidup aman, tentram dan damai tanpa gangguan, maka bagi tiap
manusia perlu adanya suatu “tata”. Tata itu berwujud aturan-aturan yang menjadi
pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga
kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota
masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Tata itu lazim disebut
kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau
ukuran-ukuran. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya
berwujud: perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan
menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk
berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan
merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena
akibat-akibatnya dipandang tidak baik.
Kaidah
kesopanan adalah ketentuan-ketentuan hidup yang timbul dari pergaulan dalam
masyarakat. Dasar dari kaidah kesopanan adalah kepantasan, kebiasaan, kepatutan
yang berlaku dalam masyarakat dimana seseorang tinggal. Kaidah ini ditujukan
untuk mengatur sikap lahiriyah manusia demi terciptanya ketertiban. Pelanggaran
atas kaidah ini menimbulkan sanksi berupa celaan, sikap yang mencerminkan
kebencian dari masyarakat, hingga dikucilkan dari pergaulan Contoh Kaidah
kesopanan adalah :
-
Minta
izin terlebih dahulu apabila mau masuk kerumah orang lain
-
Memberikan
tempat duduk kepada perempuan hamil yang tidak mendapatkan tmpat duduk karena
kendaraan penuh sesak.
-
Tidak
meludah dihadapan oang lain
-
Tidak
memberi dan menerima dengan tangan kiri
-
Tidak
berjalan didepan orang tua atau guru ketika sedang berjalan bersama
-
Dan
lain-lain
Kesopanan adalah budaya yang
sudah mengakar sejak zaman nenek moyang kita, sopan adalah budaya yang dalam
tingkatanya tergolong dalam tingkatan nomor satu, karena kesopanan merupakan
salah satu alat untuk menghormati orang lain dan juga sebagai nilai kepribadian
masing-masing, hal itu tentunya sesuai dengan pedoman agama islam yang terdapat
dalam Hadits nabi “ Man Laisa Adab Fahua Kadzubab “ yang artinya
barangsiapa yang tidak mempunyai adab (sopan santun) diibaratkan seperti lalat.
Maka dari itu tulisan tersebut
akan membahas tentang sopan santun. Lalu apa itu sopan santun? Sopan santun
adalah peraturan hidup yang dihasilkan sekelompok seseorang dalam pergaulan.
Sopan santun bersifat relatif, karena sopan santun antar daerah berbeda-beda
tergantung etika sopan santun yang sudah menjadi khas daerah itu
sendiri. Tetapi meskipun setiap daerah memiliki tata cara kesopanan itu
sendiri-sendiri, hakikatnya tetap sama, kesopanan untuk menuntun sesorang ke
tahap pribadi yang luhur.
Disini saya akan sedikit
bercerita tentang pengalaman pribadi saya terkait dengan hal-hal yang
bersangkutan dengan kesopanan yakni pelanggaran yang masuk dalam kaidah
kesopanan yang pernah saya alami. Saya akan mengambil dua contoh kaidah
kesopanan yang pernah saya langgar yaitu “ Memberi dan menerima dengan tangan
kiri dan berjalan didepan guru saat berjalan bersama-sama.
Peristiwa ini terjadi kurang
lebih 10 tahun yang lalu pada waktu itu saya baru mengenal suasana baru yakni
pulau jawa tepatnyan di Desa Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.
Pada waktu itu saya sebagai santri baru yang mengikuti kegiatan belajar
mengajar di Pondok Pesantren Darissulaimaniyyah. Saat itu saya mengikuti salah
satu kegiatan belajar mengajar yang telah diprogramkan oleh Pondok yaitu
sekolah Diniyyah yang bertepatan pada waktu itu mata pelajarannya adalah ilmu
Tajwid ( ilmu untuk mengetahui cara yang benar membaca Al Qur’an ). Karena saya
sebagai anak baru saya masih belum begitu paham bagaimana cara belajar dan apa
saja yang dibutuhkan saat pembelajaran berlangsung.
Pada waktu pembelajaran berlangsung
dan Ustadz membacakan Kitabnya dan semua santri yang lain mendengarkan dan
menyimak kitab yang dimilikinya yang sama dengan kitab yang dibacakan oleh
Ustadz.
Karena saya anak baru saya belum
mempunyai kitab tersebut, setelah kegiatan pembelajaran berjalan kurang lebih
10 menit Ustadz mengetahui kalau saya tidak mempunyai kitab kemudian Ustadz bertanya
kepada saya kenapa gak bawa kitab, saya langsung menjawab dan
menjelaskan kalau saya baru pertama kali mengikuti kegiatan belajar mengajar
dan belum tahu apa yang harus disiapkan. Setelah itu Ustadz memanggil saya
untuk maju kedepan dan memberikan kitab yang ternyata Ustadz mempunyai kitab
tidak hanya satu, pada waktu Ustadz mengulurkan tangannya untuk memberikan
kitab tersebut kepada saya saya reflek mengulurkan tangan kiri saya untuk
menerimanya dan ternyata pada waktu saya mengulurkan tangan kiri saya untuk
menerima Ustadz menarik kembali tangannya seolah tidak jadi memberikan kitabnya
kepada saya, kemudian saya merasa kebingungan dengan hal itu dan saya
menolehkan kepala kepada teman-teman yang ada dikelas itu, kemudian ada salah
satu teman yang memberi tahu dengan isaroh mulutnya berucap tangan kanan
dengan tanpa suara keras, setelah itu saya mengganti tangan yang saya ulurkan
untuk menerima tadi dengan tangan kanan kemudian ustadz mengulurkan tangan yang
sudah memegang kitab tadi. Dan setelah
kejadian itu pandangan teman-teman beda terhadap saya seolah-olah saya memang
anak yang tidak mengenal kesopanan. Saya merasa dikucilkan oleh teman-teman dan
saya merasa malu sekali pada waktu itu.
Contoh yang kedua : ini juga pengalaman
pribadi saya yang kurang lebih sudah 8 tahun silam pada waktu itu saya beserta
teman-teman dapat undangan Khotmil qur’an didesa dimana terletak Pon-Pes
darissulaimaniyyah berdiri. Karena undangannya untuk khotmil qur’an jumlah anak
yang diundang sebanyak 29 anak dan dipimpin oleh salah satu pengurus Pondok
jadi semua berjumlah 30 orang dan setiap anak akan mndapatkan jatah membaca 1
juz dari Al qur’an yang sudah dibagikan oleh panitia.
Pada saat itu kurang lebih pukul
tujuh pagi tepat waktu yang tertera dalam undangan saya dan teman-teman
berangkat bersama-sama, karena tempat antara pondok dengan tempat acara khotmil
qur’an tidak terlalu jauh kami bersama-sama berangkat dengan berjalan kaki dengan
dipimpin oleh salah satu Pengurus (Ustadz) Pondok tersebut, pada waktu
diperjalanan semua santri berjalan dibelakang pengurus tersebut kecuali saya
yang disitu berjalan berada didepan sendiri, karena saya masih belum mengetahui
bahwa hal tersebut adalah melanggar kaidah kesopanan dengan santainya saya
berjalan dengan tanpa merasa ada beban apapun. Teman teman mencoba memberikan
isaroh dengan berbagaicara ada yang dengan melihat saya dan
menggeleng-gelengkan kepala, ada juga yang dengan cara memanggil saya dengan
niat supaya saya berjalan kebarisan kebelakang , tapi hal itu semuanya gagal
karena kebodohan dan ketidak pahaman saya dengan isaroh teman-teman dan kaidah
kesopanan, kejadian itu berlangsung sampai di tempat acara khotmil Qur’an dan
saya selama perjalanan tadi tetap diposisi depan pengurus ( Ustadz). Setelah kejadian itu pandangan teman-teman
terasa beda kepada saya dan saya terasa dikucilkan karena kurang sopannya saya
terhadap Pengurus Pesantren. Setelah pulang dari kegiatan tersebut dan sudah
berada di asrama lagi barulah salah satu teman yang tadi menyaksikan tingkah
laku saya menjelaskan bahwa hal seprti itu tidak baik dan melanggar kaidah
kesopanan.
Disini saya bisa menyimpulkan
Sangat pentingnya kaidah kesopanan bagi kehidupan kita, Kesopanan merupakan
perilaku yang sangat terpuji, tidak semua orang memiliki sifat terpuji dengan
dengan menyantuni orang disekitarnya, Sopan dalam sikap,perkataan,hati,dan
semua yang ada pada diri kita. Hanya kita yang dapat menekuni sifat sopan pada
diri kita pada kehidupan setiap harinya. Tidak hanya kepada orang byang lebih
dewasa diatas kita namun pada semua kalangan baik itu teman, saudara, adik dan
semua orang, jika kita memiliki sifat santun terhadap orang lain maka mereka
akan senang dengan kita.
Sekian semoga Bermanfaat.....
Ceritamu menarik. Kesopanan itu sifatnya lokal, jadi antar tempat dapat berbeda. Orang baru sering melanggar kaidah kesopanan karena ketidaktahuannya. Lain kali, sebelum diunggah kamu baca dulu tulisanmu sambil mengoreksi sehingga dapat memperbaiki kesalahan ketik.
BalasHapus