OBSERVASI DAN WAWANCARA
Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari kita semua menginginkan
hidup yang aman dan sejahtera, dan untuk mendapatkan ataupun tercampainya
kehidupan yang aman dan sejahtera yang pasti kita sebagai mahluk sosial tidak
dapat mewujudkan dengan sendiri yakni kita tetap membutuhkan bantuan orang lain
disekeliling kita. Misalnya kita sebagai manusia membutuhkan kesehatan badan
kita harus mengetahui ilmu untuk mencapai hal tersebut, disamping dari itu kita
harus berhubungan dengan lembaga yang melayani masyarakat untuk mewujudkan
kesehatan tersebut.
Jadi sebagai masyarakat kita
tidak lepas dengan bantuan – bantuan lembaga-lembaga disekeliling kita untuk
mencapai keamanan dan kesejahteraan. Bila kita menginginkan kesehatan dan menanggulangi
penyakit sebelum datangnya sakit kita membutuhkan puskesmas ataupun rumah sakit
yang ada disekeliling kita untuk membantu, apabila kita membutuhkan kita diakui
sebagai penduduk warga Indonesia kita harus mmpunyai Kartu tanda Penduduk (
KTP) dan dalam hal ini kita juga membutuhkan bantuan lembaga yang mengurus KTP
tersebut seperti Pemerintah desa, Kecamatan, dan lain-lain.
Selain daripada itu apabila
kita membutuhkan modal untuk berusaha ataupun untuk menyimpan uang dan kita
bingung harus kepada siapa, disitu kita juga membutuhkan lembaga terdekat yang
melayani simpan pinjam uang, seperti Bank, dll.
Dalam hal ini saya akan menulis terkait pelayan lembaga-lembaga
umum yang ada disekitar kita apakah pelayanannya cukup baik, kurang baik, cukup
ramah, kurang ramah dan sebagainya.
Dalam kesempatan ini saya akan menulis hasil observasi pelayanan lembaga-lembaga
umum seperti, kantor kepala desa, puskesmas, dan BMT.
Dimulai dari observasi kantor kepala desa, beberapa hari lalu saya
melaksanakan Observasi dan wawancara dikantor kepala desa tepatnya di kantor
kepala desa Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek,
Hasil
wawancara umum yang saya dapat dari sekertaris desa kamulan diantaranya :
Desa
kamulan itu terdiri dari empat Dukuh yaitu
1.
Dukuh
karangnongko yang terdiri dari 4 Rt dan 1 Rw
2.
Dukuh
Guyanggajah yang terdiri dari 8 Rt dan 2 Rw
3.
Dukuh
Widoyoko yang terdiri dari 8 Rt dan 2 Rw
4.
Dukuh
Sendang kamulyan yang terdiri dari 7 Rt dan 2 Rw
Tujuan pembagian Dukuh tersebut menurut penjelasan sekretaris desa
Kamulan untuk mempermudah pengordiniran warga ketika ada info penting yang
harus disampaikan kepada warga dan mempercepat proses penyelesaian ketika ada
acara yang diselenggarakan oleh negara seperti pemilu ,pemilihan ( pencoblosan
) calon presiden dll.
Pada
waktu observasi saya hanya menemui beberapa pengunjung yang tidak terlalu
banyak selama kurang lebih 2 jam saya hanya menjumpai 8 pengunjung yang
mendatangi kantor tersebut untuk meminta
bantuan yang dibutuhkan. Pelayanan dikantor tersebut menurut saya kurang ramah
karena dikantor tersebut tidak ada penyambutan bagi warga yang datang dan
membutuhkan bantuan, misalnya ditanya membutuhkan apa ataupun di persilahkan
untuk masuk dan pengarahan , sebelum warga yang datang melapor kepada salah satu
petugas yang ada dikantor.
Tapi setelah ada laporan dari warga terkait dengan hal yang
dibutuhkan sebenarnya pelayanan pekerjaan cukup baik saya mengatakan cukup baik
karena begitu ada yang meminta bantuan seketika itu langsung ditangani.
Pada waktu pengamatan saya tidak menemui pengunjung yang disitu
bisa dikatakan kalangan keatas, seperti Pejabat, orang kaya dll . Pada waktu
itu, dari delapan pengunjung yang saya amati semuanya dari kalangan menengah
dan bahkan ada salah satu pengunjung bisa dikatakan menngah kebawah . saya bisa
mengatakan dari kalangan menengah kebawah karena pada waktu itu pengunjung
menggunakan pakaian yang sangat sederhana seperti kaos biasa dan menggunakan
sandal jepit dan tanpa menggunakan perhiasan sama sekali, juga menggunakan kendaraan
yang sangat sederhana, walaupun juga menggunakan sepeda motor tapi berbeda
dengan pengunjung yang lainnya, mungkin bisa dikatakan kendaraan yang digunakan
yang penting bisa sampai tanpa memperhatikan penampilan kendaraan tersebut.
Dalam pengamatan saya terkait dengan pelayanan orang yang menengah
dengan orang yang menengah kebawah di kantor kepala desa tersebut diperlakukan
secara sama yakni tidak ada yang dibedakan dalam melayaninya, seperti bahasa
yang digunakan petugas, penghormatan,
semuanya sama ketika datang dan melaporkan kebutuhannnya semuanya langsung
ditangani.
Brikutnya pengamatan lembaga umum Puskesmas dan BMT yang dilakukan
oleh teman saya selah saya berdiskusi, teman teman saya menjelaskan dari dua
puskesmas dan satu BMT yang dikunjungi untuk di observasi semuanya menjelaskan
bahwa pelayanan yang ada sangat baik dan ramah, dia juga menjelaskan terkait
dengan pengunjung yang datang pada lembaga puskesmas sangat lengkap dari
kalangan menengah, menengah kebawah bahkan dari kalangan atas semuanya ada dan
pelayanaannya juga sama yakni tidak ada pembedaan pelayaan yang kaya didulukan
atau yang berpenampilan menarik didulukan, semuanya tetap sama menurut nomor
antrian masing-masing.
dan
pelayanan keramahan juga sama yakni semuanya diyayani dengan ramah, murah
senyum
Dari hasil Observasi saya pribadi di kantor kepala desa dan tiga
teman saya disitu ada perbedaan pelayanan terkait dengan keramahan, Jadi bisa
saya simpulkan mungkin karena yang saya teliti itu hanya lembaga kantor kepala
desa yang disitu bisa dikatakan tidak terlalu besar dan setiap harinya tidak
terlalu banyak yang mengunjungi, berbeda dengan puskesmas dan BMT yang disitu
bisa dikatakan lembaga yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Yang disitu
mungkin sering melakukan evaluasi kegiatan pelayaan yang sekiranya butuh untuk
dibahas atau diselesaikan.
Jadi lebih baik pelayanannya karena sering terbentur dengan
keadaan, seperti contoh tempat parkir pengunjung disitu sangat tersusun rapi
dan sudah ada pelayanaannya sendiri, berbenda dengan kantor kepala desa yang
pengunjungnya tidak terlalu banyak jadi hal tersebut mungkin tidak pernah
terbahas dalam evaluasinya jadi untuk pelayanan parkir kantor kepala desa tidak
ada pelayanan khusus, begitu juga terkait dengan peramahan pelayan dalam bekerja,
mungkin kalau lembaga besar seperti puskesmas dan BMT yang disitu banyak
pengunjungnya sampai-sampai menyiapkan kartu antrian untuk pengunjungnya jadi
dalam musyawarahnya terkait dengan evaluasi pelayanan sering terbahas dan
menemukan gagasan-gagasan yang baik untuk dilakukan.
Berbeda dengan kantor kepala desa yang pengunjungnya tidak terlalu
banyak setiap harinya, mungkin disitu pada waktu evaluasi kegiatan pekerjaan
tidak terbahas kerkait dengan keramahan pelayanan. Atau mungkin karena faktor
pengunjung yang sangat berbeda yakni kalau lembaga besar yang disitu
pengunjungnya tidak khusus pada daerah tertentu seperti rumah sakit disitu
siapapun yang membutuhkan diperbolehkan untuk mengunjungi dan berobat disana,
karena kebanyakan pengunjung petugas-petugas rumah sakit tidak kenal maka sifat
ramah, sopan santun tertata dengan sendirinya demi menjaga nama baik lembaga.
Berbeda dengan lembaga kecil seperti kantor kepala desa yang disitu
pengunjung kebanyaan warga desa itu sendiri dan petugas kantor banyak yang
sudah kenal maka untuk pelayanannya biasa saja yakni cukup dengan menggunakan
pelayanan kekeluargaan tanpa adanya penyambutan dan sopan santun yang lebih,
karena sudah dianggap biasa.
Sekian
semoga bermanfaat...
lampiran-lampiran...







Penjelasan Anda tentang hasil observasi cukup jelas dan lengkap sesuai pedoman, namun penulisannya masih kurang rapi. Jangan menulis paragraf hanya dengan satu kalimat, minimal dua kalimat, dengan rincian satu kalimat pokok dan satu kalimat penjelas.
BalasHapus