Rabu, 05 Oktober 2016

OBSERVASI DAN WAWANCARA


OBSERVASI DAN WAWANCARA

Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari kita semua menginginkan hidup yang aman dan sejahtera, dan untuk mendapatkan ataupun tercampainya kehidupan yang aman dan sejahtera yang pasti kita sebagai mahluk sosial tidak dapat mewujudkan dengan sendiri yakni kita tetap membutuhkan bantuan orang lain disekeliling kita. Misalnya kita sebagai manusia membutuhkan kesehatan badan kita harus mengetahui ilmu untuk mencapai hal tersebut, disamping dari itu kita harus berhubungan dengan lembaga yang melayani masyarakat untuk mewujudkan kesehatan tersebut.
 Jadi sebagai masyarakat kita tidak lepas dengan bantuan – bantuan lembaga-lembaga disekeliling kita untuk mencapai keamanan dan kesejahteraan. Bila kita menginginkan kesehatan dan menanggulangi penyakit sebelum datangnya sakit kita membutuhkan puskesmas ataupun rumah sakit yang ada disekeliling kita untuk membantu, apabila kita membutuhkan kita diakui sebagai penduduk warga Indonesia kita harus mmpunyai Kartu tanda Penduduk ( KTP) dan dalam hal ini kita juga membutuhkan bantuan lembaga yang mengurus KTP tersebut seperti Pemerintah desa, Kecamatan, dan lain-lain.
 Selain daripada itu apabila kita membutuhkan modal untuk berusaha ataupun untuk menyimpan uang dan kita bingung harus kepada siapa, disitu kita juga membutuhkan lembaga terdekat yang melayani simpan pinjam uang, seperti Bank, dll.
Dalam hal ini saya akan menulis terkait pelayan lembaga-lembaga umum yang ada disekitar kita apakah pelayanannya cukup baik, kurang baik, cukup ramah, kurang ramah dan sebagainya.
Dalam kesempatan ini saya akan menulis hasil observasi pelayanan lembaga-lembaga umum seperti, kantor kepala desa, puskesmas, dan BMT.
Dimulai dari observasi kantor kepala desa, beberapa hari lalu saya melaksanakan Observasi dan wawancara dikantor kepala desa tepatnya di kantor kepala desa Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek,
Hasil wawancara umum yang saya dapat dari sekertaris desa kamulan diantaranya :
Desa kamulan itu terdiri dari empat Dukuh yaitu
1.      Dukuh karangnongko yang terdiri dari 4 Rt dan 1 Rw
2.      Dukuh Guyanggajah yang terdiri dari 8 Rt dan 2 Rw
3.      Dukuh Widoyoko yang terdiri dari 8 Rt dan 2 Rw
4.      Dukuh Sendang kamulyan yang terdiri dari 7 Rt dan 2 Rw
Tujuan pembagian Dukuh tersebut menurut penjelasan sekretaris desa Kamulan untuk mempermudah pengordiniran warga ketika ada info penting yang harus disampaikan kepada warga dan mempercepat proses penyelesaian ketika ada acara yang diselenggarakan oleh negara seperti pemilu ,pemilihan ( pencoblosan ) calon presiden dll.
            Pada waktu observasi saya hanya menemui beberapa pengunjung yang tidak terlalu banyak selama kurang lebih 2 jam saya hanya menjumpai 8 pengunjung yang mendatangi kantor tersebut  untuk meminta bantuan yang dibutuhkan. Pelayanan dikantor tersebut menurut saya kurang ramah karena dikantor tersebut tidak ada penyambutan bagi warga yang datang dan membutuhkan bantuan, misalnya ditanya membutuhkan apa ataupun di persilahkan untuk masuk dan pengarahan , sebelum warga yang datang melapor kepada salah satu petugas yang ada dikantor.
Tapi setelah ada laporan dari warga terkait dengan hal yang dibutuhkan sebenarnya pelayanan pekerjaan cukup baik saya mengatakan cukup baik karena begitu ada yang meminta bantuan seketika itu langsung ditangani.
Pada waktu pengamatan saya tidak menemui pengunjung yang disitu bisa dikatakan kalangan keatas, seperti Pejabat, orang kaya dll . Pada waktu itu, dari delapan pengunjung yang saya amati semuanya dari kalangan menengah dan bahkan ada salah satu pengunjung bisa dikatakan menngah kebawah . saya bisa mengatakan dari kalangan menengah kebawah karena pada waktu itu pengunjung menggunakan pakaian yang sangat sederhana seperti kaos biasa dan menggunakan sandal jepit dan tanpa menggunakan perhiasan sama sekali, juga menggunakan kendaraan yang sangat sederhana, walaupun juga menggunakan sepeda motor tapi berbeda dengan pengunjung yang lainnya, mungkin bisa dikatakan kendaraan yang digunakan yang penting bisa sampai tanpa memperhatikan penampilan kendaraan tersebut.
Dalam pengamatan saya terkait dengan pelayanan orang yang menengah dengan orang yang menengah kebawah di kantor kepala desa tersebut diperlakukan secara sama yakni tidak ada yang dibedakan dalam melayaninya, seperti bahasa yang digunakan petugas,  penghormatan, semuanya sama ketika datang dan melaporkan kebutuhannnya semuanya langsung ditangani.
Brikutnya pengamatan lembaga umum Puskesmas dan BMT yang dilakukan oleh teman saya selah saya berdiskusi, teman teman saya menjelaskan dari dua puskesmas dan satu BMT yang dikunjungi untuk di observasi semuanya menjelaskan bahwa pelayanan yang ada sangat baik dan ramah, dia juga menjelaskan terkait dengan pengunjung yang datang pada lembaga puskesmas sangat lengkap dari kalangan menengah, menengah kebawah bahkan dari kalangan atas semuanya ada dan pelayanaannya juga sama yakni tidak ada pembedaan pelayaan yang kaya didulukan atau yang berpenampilan menarik didulukan, semuanya tetap sama menurut nomor antrian masing-masing.
dan pelayanan keramahan juga sama yakni semuanya diyayani dengan ramah, murah senyum
Dari hasil Observasi saya pribadi di kantor kepala desa dan tiga teman saya disitu ada perbedaan pelayanan terkait dengan keramahan, Jadi bisa saya simpulkan mungkin karena yang saya teliti itu hanya lembaga kantor kepala desa yang disitu bisa dikatakan tidak terlalu besar dan setiap harinya tidak terlalu banyak yang mengunjungi, berbeda dengan puskesmas dan BMT yang disitu bisa dikatakan lembaga yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Yang disitu mungkin sering melakukan evaluasi kegiatan pelayaan yang sekiranya butuh untuk dibahas atau diselesaikan.
Jadi lebih baik pelayanannya karena sering terbentur dengan keadaan, seperti contoh tempat parkir pengunjung disitu sangat tersusun rapi dan sudah ada pelayanaannya sendiri, berbenda dengan kantor kepala desa yang pengunjungnya tidak terlalu banyak jadi hal tersebut mungkin tidak pernah terbahas dalam evaluasinya jadi untuk pelayanan parkir kantor kepala desa tidak ada pelayanan khusus, begitu juga terkait dengan peramahan pelayan dalam bekerja, mungkin kalau lembaga besar seperti puskesmas dan BMT yang disitu banyak pengunjungnya sampai-sampai menyiapkan kartu antrian untuk pengunjungnya jadi dalam musyawarahnya terkait dengan evaluasi pelayanan sering terbahas dan menemukan gagasan-gagasan yang baik untuk dilakukan.
Berbeda dengan kantor kepala desa yang pengunjungnya tidak terlalu banyak setiap harinya, mungkin disitu pada waktu evaluasi kegiatan pekerjaan tidak terbahas kerkait dengan keramahan pelayanan. Atau mungkin karena faktor pengunjung yang sangat berbeda yakni kalau lembaga besar yang disitu pengunjungnya tidak khusus pada daerah tertentu seperti rumah sakit disitu siapapun yang membutuhkan diperbolehkan untuk mengunjungi dan berobat disana, karena kebanyakan pengunjung petugas-petugas rumah sakit tidak kenal maka sifat ramah, sopan santun tertata dengan sendirinya demi menjaga nama baik lembaga.
Berbeda dengan lembaga kecil seperti kantor kepala desa yang disitu pengunjung kebanyaan warga desa itu sendiri dan petugas kantor banyak yang sudah kenal maka untuk pelayanannya biasa saja yakni cukup dengan menggunakan pelayanan kekeluargaan tanpa adanya penyambutan dan sopan santun yang lebih, karena sudah dianggap biasa.

Sekian semoga bermanfaat...

lampiran-lampiran...




1 komentar:

  1. Penjelasan Anda tentang hasil observasi cukup jelas dan lengkap sesuai pedoman, namun penulisannya masih kurang rapi. Jangan menulis paragraf hanya dengan satu kalimat, minimal dua kalimat, dengan rincian satu kalimat pokok dan satu kalimat penjelas.

    BalasHapus