Minggu, 09 Oktober 2016

Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam

Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam
Lembaga adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting dan proses yang tersetruktur yang dipakai orang yang menyelenggarakan kegiatannya.
Pengrtian Lembaga lebih menunjuk pada sesuatu bentuk, sekaligus juga mengandung makna yang abstrak. Karena dalam pengertian Lembaga juga mengandung tentang seperangkat norma-norma, peraturan-peraturan yang menjadi ciri lembaga tersebut. Lembaga merupakan system yang kompleks yang mencangkup berbagai hal yang berhubungan dengan konsep sosial, psikologis,politik dan hukum.
Istilah “lembaga”, menurut Ensiklopedia Sosiologi diistilahkan dengan “institusi” sebagaimana didefinisikan oleh Macmillan adalah merupakan seperangkat hubungan norma-norma, keyakinan-keyakinan, dan nilai-nilai yang nyata, yang terpusat pada kebutuhan-kebutuhan sosial dan serangkaian tindakan yang penting dan berulang.
Menurut Jhon Lewis Gillin dan John Philip Gillin ada lima ciri lembaga sosial, yaitu :
ü  Lembaga sosial merupakan himpunan pola-pola pemikiran dan tingkah laku yang dicerminkan dalam kegiatan kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
ü  Lembaga sosial mempunyai taraf kekekalan tertentu. Lembaga sosial mempunyai satu atau lebih tujuan.
ü  Lembaga sosial mempunyai berbagai sarana untuk menempati tujuannya.
ü  Lembaga sosial mempunyai lambang/simbol yang khas.
ü  Lembaga sosial mempunyai tradisi lisan maupun tertulis yang berisikan rumusan tujuan, sikap, dan tindak tanduk individu yang mengikuti lembaga tersebut.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pesantren diartikan sebagai asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji. Sedangkan secara istilah pesantren adalah lembaga pendidikan Islam dimana para santri biasa tinggal di pondok (asrama) dgn materi pengajaran kitab-kitab klasik dan kitab-kitab umum bertujuan untuk menguasai ilmu agama Islam secara detail serta mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian dengan menekankan penting moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Bicara mengenai pendidikan pasti semuanya telah mengalami atau sedang menjalani proses pendidikan. Dimana setiap manusia yang telah dikaruniai akal pikiran atau dibekali otak untuk berpikir sehingga manusia diharuskan untuk belajar dan terus belajar sepanjang hidupnya. Bahkan dalam agama Islampun telah diterangkan bahwa bertholabul ‘ilmi (menuntut ilmu) adalah kewajiban setiap muslim. Tidak hanya bagi orang yang beragama Islam saja menuntut ilmu itu wajib, tapi semua yang berakal sehat pasti membutuhkan pendidikan. 
Dalam kesempatan ini saya akan menulis terkait dengan lembaga Pendidikan Islam yang saya ikuti mulai tahun 2006 Hingga sekarang yaitu lembaga Pndidikan Islam Pondok Psantren Darissulaimaniyyah. Dilembaga inilah saya dididik, pada awalnya saya masuk lembaga ini saya masih kecil itu sekisar sudah sepuluh tahun yang lalu tapi saya masih sangat ingat apa –apa saja yang telah diajarkan dilembaga ini pada waktu awal saya masuk.
Pada waktu itu tahun 2006 saya masuk dilembaga ini sebagai santri yang mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah diprogramkan, berjalan tiga tahun selain saya juga masih belajar, saya mulai diberi tanggungjawab untuk menjadi ketua kamar yang terdiri dari 12 santri, setelah satu tahun berikutnya saya diberikan tanggungjawab untuk menjadi kasi kegiatan tingkat asrama yang tugasnya mengelola kegiatan yang ada di asarama yang kurang lebih satu asarama dihuni oleh 40 santri, dan berserempakan dengan itu saya juga diikut sertakan dalam anggota MMDS ( Majelis Musyawaroh Darissulaimaniyyah) tugas saya ikut menggerakkan kegiatan musyawaroh yang ada didalam Pondok Pesantren , seiring berjalannya waktu tepatnya pada tahun 2012 saya dipercaya untuk menjadi sekretaris pusat Pondok Pesantren yang ditugaskan untuk mengelola semua data - data pesantren yang perlu diarsipkan dan semua hal yang sifatnya tulis menulis dan pengetikan yang berhubungan dengan Pesantren. Setalah berjalan tiga tahun tepatnya pada tahun 2016 awal saya dipercaya untuk menjadi wakil kepala dilembaga tersebut hingga sekarang dan diberikan tanggung jawab untuk mendampingi kepala menggerakkan serta menyikapi hal-hal yang perlu disikapi yang sekiranya berhubungan dengan lembaga dimulai dari perjalanan kegiatan belajar mengajar diniyah, kegiatan pengajian bandongan, kegiatan musyawarah, dan lain-lain yang ada didalam Pondok Pesantren.
Pon-Pes darissulaimaniyyah terletak dibagian utara desa Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Tenggalek Jawa Timur, dan berbatasan dengan Desa Notorjo Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung.
Pada awalnya Pondok Pesantren Darissulaimaniyyah adalah sebuah musola kecil yang didirikan oleh Almaghfurlah KH. Sulaiman yang merupakan putra dari KH. Husen merupakan salah satu prajurit pangeran Diponegoro, Musholatersebut didirikan pada tahun 1904 M. Dari tahun ketahun akhirnya mushola tersebut  berkembang menjadi sebuah Pondok Pesantren, yang hingga kini telah mengalami beberapa pergantian kepemimpinan, juga beberapakali pergantian nama dan pada tanggal 11 Maret 1998 saat kepemimpinan dipegang oleh KH. Nurkhotib pesantren ini dinamakan “ DARISSULAIMANIYYAH” Merujuk pada cikal bakal pendiri pondok pesantren ini yakni KH. Sulaiman.
Pondok Pesantren Darissulaimaniyyah saat ini dihuni oleh 561 orang santri
Perincian global sebagai berikut :
ü     Jumlah santri putra yang menetap/mondok 286 Orang
ü       Jumlah santri putra yang tidak menetap/nduduk 17 Orang
ü     Jumlah santri putri yang menetap/mondok 163 Orang
ü        Jumlah santri putri yang tidak menetap/nduduk 12 Orang
ü        Jumlah siswa Siswi TPQ darissulaimaniyyah 83 Orang
Jumlah Keseluruhan santri 561 Orang
Pondok Pesantren darissulaimaniyyah mempunyai dewan Guru dan pengurus 68 Orang yang terdiri dari 38 Asatidz dari desa dan 30 Pengurus dari dalam Pondok itu sendiri.
Untuk mempermudah koordinasi dalam kegiatan belajar mengajar Sistem Pendidikan yang ada didalam Pondok Pesantren diantara lain :
·         Sekolah Madrasah Diniyyah yang dilaksanakan setiap hari kecuali hari jum’at pada jam 14.00 s/d 16.00 wib.
·        Metode salafi sistem memperdalam kitab kuning dengan brbagai metode seperti ,musyawaroh yang dilaksanakan setiap hari kecuali malam selasa dan Jum’at pada jam 23.00 s/d  00.00 WIB.
·    Bandongan ( pengajian dengan cara kitab dibacakan guru dan santri menulis maknanya ) yang dilaksanakan setiap hari kecuali hari selasa dan jum’at pada setiap bakda maktubah ( selesai jama’ah shalat 5 waktu ) yang disitu durasi -+ 1 jam.
·   Extra kulikuler seperti latihan Khitobah/Ceramah, batsul Masa’il dan lain sebagainya. Yang dilaksanakan setiap malam selasa dan malam jum’at.
Tempat Ibadah dan bangunan yang ada didalam Pon-Pes darissulaimaniyyah ini diantara lain adalah :
ü        Bangunan Mushola putra
ü        Bangunan Mushola Putri
ü        Kantor Sekretariat Putra
ü        Kantor Sekretariat Putri
ü        Kantor keamanan Ruang Kelas ( belum mencukupi)
ü        Bangunan Gedung TPQ Darissulaimaniyyah
ü       Perpustakaan
ü       Bangunan Gedung Asrama lantai satu Putra
ü       Bangunan Gedung lantai Dua Putri
ü        Bangunan sederhana buatan santri sendiri ( dalam bentuk angkring)
Pondok pesantren Darissulaimaniyyah mempunyai simbol dalam bentuk logo dengan bintang bersegi lima dan didalamnya bergambarkan kubah-kubah masjid dan juga lebet yang bertuliskan Darissulaimaniyyah dan dibawahnya bertuliskan Durenan Trenggalek, yang disitu mempunyai makna-makna tertentu.
Selain daripada itu Pon-Pes Darissulaimaniyyah juga mempunyai aturan-aturan yang sifatnya tertulis dan tidak tertulis, peraturan yang tertulis seperti “santri dilarang berambut panjang, santri harus membawa surat izin dari pihak keamanan ketika ada kepentingan diluar pondok pada waktu malam hari , dan peraturan yang tidak tertulis seperti santri yang membuat onar didalam pondok misalnya berkelahi dll disitu juga disikapi oleh keamanan dan diberi sanksi walaupun peraturan itu tidak tercantum dalam konun-konun pesantren.
Azas dasar  berdirinya Pondok Pesantren Darissulaimaniyh ini adalah
“ Azas Lembaga adalah Pancasila dan bercirikan Religi Islami As-Salafiyah serta bermazhabkan Imam Syafi’i “
Dan tujuanya adalah
1.      Mencetak Generasi Islami as-Salafi Bermazabkan Imam syafi’i
2.      Memberdayakan potensi santri dan masyarakat sekitar di bidang dakwah islami.
Fungsi Pondok Pesantren
1.      Sebagai wadah, pengembangan, pemberdayaan pendidikan Agama Islam bagi santri dan masyarakat dengan bercirikan slafiyah dan bermazabkan imam Syafi’i
2.  Mencetak generasi yang briman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa serta berilmu pengetahuan.
Dengan demikian saya bisa menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren darissulaimaniyyah adalah salah satu Lembaga Pendidikan Islam karena didalam pondok pesantren ini terdapat tempat untuk kegiatan belajar mengajar yang sifatnya istiqomah, dan mempunyai Pengurus yang terstruktur,Aturan,Simbol/Logo , Fungsi dan  Tujuan tertentu.


Sekian semoga bermanfaat....
            



1 komentar:

  1. Isi tulisanmu bagus dan cukup lengkap, tapi tampilan fisiknya kurang menarik karena jenis huruf (font) yang tidak sama dan penyusunan yang berantakan. Silakan direvisi agar lebih menarik.

    Untuk informasi yang berasal dari sumber tertulis kamu harus sebutkan sumbernya.

    BalasHapus