Pondok
Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam
Lembaga adalah suatu sistem
norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap
penting dan proses
yang tersetruktur yang dipakai orang yang menyelenggarakan kegiatannya.
Pengrtian Lembaga lebih
menunjuk pada sesuatu bentuk, sekaligus juga mengandung makna yang abstrak.
Karena dalam pengertian Lembaga juga mengandung tentang seperangkat
norma-norma, peraturan-peraturan yang menjadi ciri lembaga tersebut. Lembaga
merupakan system yang kompleks yang mencangkup berbagai hal yang berhubungan
dengan konsep sosial, psikologis,politik dan hukum.
Istilah
“lembaga”, menurut Ensiklopedia Sosiologi diistilahkan dengan “institusi” sebagaimana didefinisikan oleh Macmillan adalah merupakan seperangkat
hubungan norma-norma, keyakinan-keyakinan, dan nilai-nilai yang nyata, yang
terpusat pada kebutuhan-kebutuhan sosial dan serangkaian tindakan yang penting
dan berulang.
Menurut Jhon
Lewis Gillin dan John Philip Gillin ada lima ciri lembaga sosial, yaitu :
ü Lembaga sosial merupakan himpunan pola-pola pemikiran dan
tingkah laku yang dicerminkan dalam kegiatan kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
ü Lembaga sosial mempunyai taraf kekekalan tertentu.
Lembaga sosial mempunyai satu atau lebih tujuan.
ü Lembaga sosial mempunyai berbagai sarana untuk menempati
tujuannya.
ü Lembaga sosial mempunyai lambang/simbol yang khas.
ü Lembaga sosial mempunyai tradisi lisan maupun tertulis
yang berisikan rumusan tujuan, sikap, dan tindak tanduk individu yang mengikuti
lembaga tersebut.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pesantren
diartikan sebagai asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji.
Sedangkan secara istilah pesantren adalah lembaga pendidikan Islam dimana para
santri biasa tinggal di pondok (asrama) dgn materi pengajaran kitab-kitab
klasik dan kitab-kitab umum bertujuan untuk menguasai ilmu agama Islam secara
detail serta mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian dengan menekankan
penting moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Bicara
mengenai pendidikan pasti semuanya telah mengalami atau sedang menjalani proses
pendidikan. Dimana setiap manusia yang telah dikaruniai akal pikiran atau
dibekali otak untuk berpikir sehingga manusia diharuskan untuk belajar dan
terus belajar sepanjang hidupnya. Bahkan dalam agama Islampun telah
diterangkan bahwa bertholabul ‘ilmi (menuntut ilmu) adalah kewajiban
setiap muslim. Tidak hanya bagi orang yang beragama Islam saja menuntut ilmu
itu wajib, tapi semua yang berakal sehat pasti membutuhkan pendidikan.
Dalam kesempatan
ini saya akan menulis terkait dengan lembaga Pendidikan Islam yang saya ikuti
mulai tahun 2006 Hingga sekarang yaitu lembaga Pndidikan Islam Pondok Psantren
Darissulaimaniyyah. Dilembaga inilah saya dididik, pada awalnya saya masuk
lembaga ini saya masih kecil itu sekisar sudah sepuluh tahun yang lalu tapi
saya masih sangat ingat apa –apa saja yang telah diajarkan dilembaga ini pada
waktu awal saya masuk.
Pada waktu itu
tahun 2006 saya masuk dilembaga ini sebagai santri yang mengikuti kegiatan-kegiatan
yang telah diprogramkan, berjalan tiga tahun selain saya juga masih belajar,
saya mulai diberi tanggungjawab untuk menjadi ketua kamar yang terdiri dari 12
santri, setelah satu tahun berikutnya saya diberikan tanggungjawab untuk
menjadi kasi kegiatan tingkat asrama yang tugasnya mengelola kegiatan yang ada
di asarama yang kurang lebih satu asarama dihuni oleh 40 santri, dan
berserempakan dengan itu saya juga diikut sertakan dalam anggota MMDS ( Majelis
Musyawaroh Darissulaimaniyyah) tugas saya ikut menggerakkan kegiatan musyawaroh
yang ada didalam Pondok Pesantren , seiring berjalannya waktu tepatnya pada
tahun 2012 saya dipercaya untuk menjadi sekretaris pusat Pondok Pesantren yang
ditugaskan untuk mengelola semua data - data pesantren yang perlu diarsipkan
dan semua hal yang sifatnya tulis menulis dan pengetikan yang berhubungan dengan
Pesantren. Setalah berjalan tiga tahun tepatnya pada tahun 2016 awal saya
dipercaya untuk menjadi wakil kepala dilembaga tersebut hingga sekarang dan
diberikan tanggung jawab untuk mendampingi kepala menggerakkan serta menyikapi
hal-hal yang perlu disikapi yang sekiranya berhubungan dengan lembaga dimulai
dari perjalanan kegiatan belajar mengajar diniyah, kegiatan pengajian
bandongan, kegiatan musyawarah, dan lain-lain yang ada didalam Pondok
Pesantren.
Pon-Pes
darissulaimaniyyah terletak dibagian utara desa Kamulan Kecamatan Durenan
Kabupaten Tenggalek Jawa Timur, dan berbatasan dengan Desa Notorjo Kecamatan
Gondang Kabupaten Tulungagung.
Pada awalnya
Pondok Pesantren Darissulaimaniyyah adalah sebuah musola kecil yang didirikan
oleh Almaghfurlah KH. Sulaiman yang merupakan putra dari KH. Husen merupakan
salah satu prajurit pangeran Diponegoro, Musholatersebut didirikan pada tahun
1904 M. Dari tahun ketahun akhirnya mushola tersebut berkembang menjadi sebuah Pondok Pesantren,
yang hingga kini telah mengalami beberapa pergantian kepemimpinan, juga
beberapakali pergantian nama dan pada tanggal 11 Maret 1998 saat kepemimpinan
dipegang oleh KH. Nurkhotib pesantren ini dinamakan “ DARISSULAIMANIYYAH”
Merujuk pada cikal bakal pendiri pondok pesantren ini yakni KH. Sulaiman.
Pondok Pesantren
Darissulaimaniyyah saat ini dihuni oleh 561 orang santri
Perincian global sebagai
berikut :
ü Jumlah santri
putra yang menetap/mondok 286 Orang
ü Jumlah santri putra
yang tidak menetap/nduduk 17 Orang
ü Jumlah santri
putri yang menetap/mondok 163 Orang
ü Jumlah santri
putri yang tidak menetap/nduduk 12 Orang
ü Jumlah siswa
Siswi TPQ darissulaimaniyyah 83 Orang
Jumlah Keseluruhan santri
561 Orang
Pondok Pesantren
darissulaimaniyyah mempunyai dewan Guru dan pengurus 68 Orang yang terdiri dari
38 Asatidz dari desa dan 30 Pengurus dari dalam Pondok itu sendiri.
Untuk mempermudah koordinasi
dalam kegiatan belajar mengajar Sistem Pendidikan yang ada didalam Pondok
Pesantren diantara lain :
·
Sekolah Madrasah Diniyyah
yang dilaksanakan setiap hari kecuali hari jum’at pada jam 14.00 s/d 16.00 wib.
· Metode salafi sistem
memperdalam kitab kuning dengan brbagai metode seperti ,musyawaroh yang
dilaksanakan setiap hari kecuali malam selasa dan Jum’at pada jam 23.00 s/d 00.00 WIB.
· Bandongan ( pengajian dengan
cara kitab dibacakan guru dan santri menulis maknanya ) yang dilaksanakan
setiap hari kecuali hari selasa dan jum’at pada setiap bakda maktubah ( selesai
jama’ah shalat 5 waktu ) yang disitu durasi -+ 1 jam.
· Extra kulikuler seperti
latihan Khitobah/Ceramah, batsul Masa’il dan lain sebagainya. Yang dilaksanakan
setiap malam selasa dan malam jum’at.
Tempat Ibadah dan bangunan
yang ada didalam Pon-Pes darissulaimaniyyah ini diantara lain adalah :
ü Bangunan Mushola
putra
ü Bangunan Mushola
Putri
ü Kantor
Sekretariat Putra
ü Kantor
Sekretariat Putri
ü Kantor keamanan
Ruang Kelas ( belum mencukupi)
ü Bangunan Gedung
TPQ Darissulaimaniyyah
ü Perpustakaan
ü Bangunan Gedung
Asrama lantai satu Putra
ü Bangunan Gedung
lantai Dua Putri
ü Bangunan
sederhana buatan santri sendiri ( dalam bentuk angkring)
Pondok pesantren
Darissulaimaniyyah mempunyai simbol dalam bentuk logo dengan bintang bersegi
lima dan didalamnya bergambarkan kubah-kubah masjid dan juga lebet yang
bertuliskan Darissulaimaniyyah dan dibawahnya bertuliskan Durenan Trenggalek,
yang disitu mempunyai makna-makna tertentu.
Selain daripada itu Pon-Pes
Darissulaimaniyyah juga mempunyai aturan-aturan yang sifatnya tertulis dan
tidak tertulis, peraturan yang tertulis seperti “santri dilarang berambut
panjang, santri harus membawa surat izin dari pihak keamanan ketika ada
kepentingan diluar pondok pada waktu malam hari , dan peraturan yang tidak
tertulis seperti santri yang membuat onar didalam pondok misalnya berkelahi dll
disitu juga disikapi oleh keamanan dan diberi sanksi walaupun peraturan itu
tidak tercantum dalam konun-konun pesantren.
Azas dasar berdirinya Pondok Pesantren Darissulaimaniyh
ini adalah
“ Azas Lembaga adalah
Pancasila dan bercirikan Religi Islami As-Salafiyah serta bermazhabkan Imam
Syafi’i “
Dan tujuanya adalah
1. Mencetak Generasi
Islami as-Salafi Bermazabkan Imam syafi’i
2. Memberdayakan
potensi santri dan masyarakat sekitar di bidang dakwah islami.
Fungsi Pondok Pesantren
1. Sebagai wadah,
pengembangan, pemberdayaan pendidikan Agama Islam bagi santri dan masyarakat
dengan bercirikan slafiyah dan bermazabkan imam Syafi’i
2. Mencetak generasi
yang briman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa serta berilmu pengetahuan.
Dengan demikian
saya bisa menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren darissulaimaniyyah adalah salah
satu Lembaga Pendidikan Islam karena didalam pondok pesantren ini terdapat
tempat untuk kegiatan belajar mengajar yang sifatnya istiqomah, dan mempunyai Pengurus
yang terstruktur,Aturan,Simbol/Logo , Fungsi dan Tujuan tertentu.
Sekian semoga bermanfaat....
Isi tulisanmu bagus dan cukup lengkap, tapi tampilan fisiknya kurang menarik karena jenis huruf (font) yang tidak sama dan penyusunan yang berantakan. Silakan direvisi agar lebih menarik.
BalasHapusUntuk informasi yang berasal dari sumber tertulis kamu harus sebutkan sumbernya.